Bersama PJB, Pemkab Sidoarjo Wujudkan Penyediaan Sumber Energi Berbasis Sampah

Bersama PJB, Pemkab Sidoarjo Wujudkan Penyediaan Sumber Energi Berbasis Sampah

SURYA.CO.ID, KOTA SURABAYA – PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) melakukan penandatanganan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam penyediaan Bahan Bakar Jumputan Padat (BBJP) yang berasal dari sampah di Kabupaten Sidoarjo. Penandatanganan ini dilaksanakan di kantor pusat PJB di kawasan Ketintang, Surabaya, Selasa (13/9/2022).

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Operasi 2 PJB, Rachmanoe Indarto dan Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali, disaksikan oleh Direktur Mega Proyek & EBT PT PLN (Persero), Wiluyo Kusdwiharto; Komisaris Independen PT PLN (Persero), Alex Iskandar Munaf dan Direktur Utama PJB, Gong Matua Hasibuan serta Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK, Pahala Nainggolan.

“Nantinya, BBJP ini akan menjadi bahan bakar pengganti batu bara dalam sistem co-firing pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang dikelola PJB,” kata Wiluyo Kusdwiharto, Direktur Mega Proyek dan EBT PT PLN (Persero), Jumat (16/9/2022).

Terjalinnya kerja sama ini juga sebagai bukti konkret upaya PJB dalam mewujudkan target bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) sebesar 23 persen pada 2025 melalui teknologi co-firing pada PLTU sekaligus upaya dalam meningkatkan kualitas lingkungan.

Wiluyo menyampaikan arti penting dalam terjalinnya kesepakatan yang mutualisme ini. Disampaikan, inisiasi PJB bekerja sama dengan Pemkab Sidoarjo sudah seharusnya diterapkan oleh PLTU di Indonesia lainnya dengan pemerintah kabupaten setempat, mengingat kerja sama ini akan saling menguntungkan PJB dan Kabupaten Sidoarjo secara kontinyu.

“Program cofiring diharapkan dapat berkontribusi sebesar 3,59 persen terhadap bauran energi terbarukan yang ditargetkan mencapai 23 persen di tahun 2025,” jelas Wiluyo.

Diperlukan pasokan biomassa mencapai 10,2 juta ton per tahunnya. Untuk itu pihaknya membutuhkan dukungan dari seluruh stakeholder yang di antaranya dukungan dari segi kebijakan, insentif/kompensasi, pembebasan PPN & PSDH, hingga dukungan sarana pengolahan sampah.

Di tempat yang sama Pahala Nainggolan menyampaikan, sinergitas antar instansi seperti PJB dengan Pemkab Sidoarjo perlu dieksekusi secara langsung untuk membawa perubahan lingkungan yang lebih hijau.

Sinergitas ini juga akan berdampak penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) sebagaimana sudah ditetapkan dalam target Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia. Selain itu pemanfaatan sampah sebagai BBJP juga merupakan salah satu rekomendasi KPK.

“Program co-firing merupakan upaya percepatan target bauran EBT dan komitmen carbon neutral dengan cara melakukan substitusi sebagian batu bara dengan sumber energi alternatif seperti sampah, biomassa, dan lainnya. Kami mendukung percepatan program serupa demi tercapainya lingkungan Indonesia yang lebih baik”, ungkap Pahala.


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.