Charlie Zhang Beberkan Target Besar Chery di Indonesia

Charlie Zhang Beberkan Target Besar Chery di Indonesia
Jakarta: Kembalinya jenama otomotif asal Tiongkok, Chery ke pasar Indonesia ternyata memang tidak main-main. Bahkan Chery Indonesia juga mendapat dukungan langsung dari bos Chery International yang berbasis di Anhui, Tiongkok. 
 
Executive Vice President of Chery International, Charlie Zhang membeberkan beberapa target besar mereka terkait pengembangan bisnis di tanah air. 
 
Untuk langkah awal, Chery memulai dengan merilis varian SUV Tiggo Series yakni Tiggo 7 Pro dan Tiggo 8 Pro. Kedua model tersebut sudah dibuka untuk Pre Booking sejak pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2022. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Alasan kami meluncurkan Tiggo 7 Pro dan Tiggo 8 Pro di Indonesia karena model tersebut sangat laris di pasar global. Di Brasil, Cile, Mesir, Meksiko, dan ada banyak negara dengan pasar besar Tiggo,” ujar Charlie Zhang dalam sesi wawancara virtual, Kamis, 15 September 2022. 
 
Tak hanya itu, ia menambahkan bahwa Chery juga sudah mempelajari market Indonesia serta karakter konsumen. Karena itu, pihak Chery cukup percaya diri menantang Fortuner dan Pajero Sport dengan model Tiggo 8 Pro, serta Tiggo 7 Pro yang diplot bersaing dengan Honda CR-V serta Kia Sportage. 
 
“Kami sudah mempelajari market Indonesia. Positioning produk kami dengan Tiggo 8 Pro untuk konsumen premium Indonesia yang suka 7 seater untuk keluarga, dan itu penting. Sedangkan untuk Tiggo 7 Pro target marketnya untuk usia lebih muda dibanding Tiggo 8,” lanjut Charlie. 
 

 

Bangun pabrik dengan jumlah produksi besar

Keseriusan Chery menggarap market Indonesia tak hanya dibuktikan lewat lini produk unggulan, namun juga rencana investasi besar di Indonesia.
 
Tak tanggung-tanggung, Chery sudah memutuskan segera alias akan membangun pabrik di Indonesia yang juga diproyeksikan untuk kebutuhan ekspor. 
 
Lagi-lagi, kepercayaan diri Chery juga dilatarbelakangi karena di Tiongkok mereka menempati peringkat pertama dalam jumlah ekspor mengalahkan brand otomotif Tiongkok lainnya. 
 
“Soal membangun pabrik di Indonesia itu adalah top target kami. Dan kami pertimbangkan pabrik di Indonesia juga untuk ekspor,” tegasnya. 
 
Untuk fase pertama di 2022-2024, Chery menargetkan memproduksi 20 ribu unit per tahun. Lalu fase kedua 50 ribu sampai 100 ribu unit per tahun. Setelah itu, Chery berambisi bisa memproduksi 200 ribu unit per tahun termasuk mobil listrik dan ekspor.
 

Ambisi mendominasi mobil listrik

Pihak Chery mengakui pabrikan otomotif asal Jepang masih mendominasi di pasar Indonesia. Maka dari itu, mereka harus memiliki kekuatan untuk bisa bersaing atau bahkan memenangkan hati konsumen dalam beberapa tahun ke depan.
 
“Rencananya tahun 2028 kami akan banyak menghadirkan banyak Plug in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) hingga Elecric Vehicle (EV). Di Indonesia (pabrikan) Jepang sangat kuat, karena itu bagaimana caranya Chery bisa berbeda, salah satunya dengan produk-produk kendaraan listrik. Kendaraan listrik akan menjadi sangat penting bagi eksistensi Chery di indonesia, khususnya untuk pasar masa depan,” ujar Charlie. 
 
Sebagai bocoran, Chery juga sudah menjadwalkan peluncuran mobil listrik pertama mereka di Indonesia yakni Omoda 5 pada semester pertama tahun 2023 mendatang.
 
Charlie Zhang Beberkan Target Besar Chery di Indonesia
 

(PRI)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.