Dolar Melemah Tipis, Tapi Tetap Unjuk Gigi Minggu Ini

Dolar Melemah Tipis, Tapi Tetap Unjuk Gigi Minggu Ini

New York: Dolar AS sedikit melemah terhadap banyak mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), tetapi tetap membukukan kenaikan untuk pergerakan minggu ini.
 
Penguatan dolar AS karena investor memperkirakan Federal Reserve (Fed) AS akan tetap agresif ketika menaikkan suku bunga minggu depan. Sementara yuan Tiongkok melemah melewati ambang batas utama USD7.
 
Melansir Antara, Sabtu, 17 September 2022, dolar AS sebagian besar menahan sedikit kenaikannya, menyusul data AS yang menunjukkan sentimen konsumen meningkat secara moderat pada September.





Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Data awal University of Michigan untuk September untuk indeks keseluruhan pada sentimen konsumen datang di 59,5 naik dari 58,6 di bulan sebelumnya. Ekonom yang disurvei oleh Reuters juga telah memperkirakan pembacaan awal 60 pada September.
 

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama saingannya, turun tipis 0,1 persen pada Jumat, 16 September 2022 menjadi 109,68. Indeks mencapai tertinggi dua dekade di 110,79 awal bulan ini. Untuk minggu ini naik 0,6 persen, dan naik sekitar 15 persen untuk sejauh tahun ini.
 
“Keyakinan kita sangat dekat dengan puncak dolar, sangat dekat dengan puncak imbal hasil, semakin didorong kembali. Kami melihat banyak calls dolar bullish yang kuat,” kata Analis Pasar Senior Oanda, Edward Moya, di New York.
 
“Posisi itu mungkin akan sangat tercermin pasca-FOMC minggu depan,” imbuhnya.
 
Investor memperkirakan peluang tinggi kenaikan suku bunga 75 basis poin pada pertemuan minggu depan dan beberapa peluang kenaikan 100 basis poin.
 
Di pasar kripto, ether, token yang digunakan dalam jaringan ethereum, mencapai level terendah sejak akhir Juli, dan terakhir turun 2,8 persen. Bitcoin terakhir turun 0,47 persen menjadi USD19.598,00.
 
Sebelumnya, dolar yang meningkat mendorong yuan di pasar internasional melewati ambang kritis USD7 untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua tahun.
 
Yuan di pasar domestik juga menembus level kunci segera setelah pasar dibuka pada Jumat, 16 September 2022. Data menunjukkan ekonomi Tiongkok secara mengejutkan tangguh pada Agustus, dengan output pabrik dan penjualan ritel tumbuh lebih kuat dari yang diharapkan.
 
Tapi kemerosotan properti yang semakin dalam membebani prospek. Poundsterling jatuh terhadap dolar ke level terendah baru 37 tahun di 1,1351 dolar dan terakhir turun 0,5 persen pada 1,1416 dolar, sementara euro naik 0,1 persen pada 1,0008 dolar.
 
Penjualan ritel Inggris turun jauh lebih dari yang diharapkan pada Agustus, sebagai tanda lain bahwa ekonomi sedang meluncur ke dalam resesi karena krisis biaya hidup menekan pengeluaran rumah tangga.
 
Sementara The Fed menjadi pusat perhatian minggu depan, Bank Sentral Jepang (BOJ) dan Bank Sentral Inggris (BOE) juga diperkirakan akan mengadakan pertemuan kebijakan moneter.
 
Seperti diketahui dolar AS melemah 0,4 persen terhadap yen di 142,87, tetapi naik 0,2 persen untuk minggu ini dalam kenaikan minggu kelima berturut-turut.
 

(ANN)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.