Harga Beras Tak Kunjung Turun di Tengah Panen Raya, Jokowi Respons Begini

Harga Beras Tak Kunjung Turun di Tengah Panen Raya, Jokowi Respons Begini

harianfakta.com – JAKARTA, Investor.id – Presiden Joko Widodo menyebut pemerintah tengah mencari tahun pemicu kenaikan harga beras di musim panen raya. Sedangkan keseimbangan harga beras untuk petani, pedagang, dan konsumen akan tetap menjadi prioritas utama pemerintah.

Meskipun sejumlah daerah sudah mencatatkan panen raya padi, harga beras di pasaran masih merangkak naik. Berdasarkan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok Kementerian Perdagangan, rata-rata nasional harga beras medium mencapai Rp 11.800 per kilogram (kg) pada Selasa (14/3/2023).

Terjadi kenaikan dari patokan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium kisaran Rp 9.450 per kg sampai 10.250 per kg. Tingginya harga beras ini tidak sesuai dengan stok beras melimpah imbas dari panen raya di sejumlah daerah.

“Kita lihat masih panen raya, logikanya panen raya suplainya banyak, kok harganya turun. Nah ini mau dicari tahun pemicunya,” ujar Jokowi dalam sambutannya meresmikan pembukaan Business Matching Belanja Produk dalam Negeri 2023 di Istora Senayan, Jakarta pada Rabu pagi (15/3/2023).

Jika pemerintah ingin menurunkan harga beras, dia menerangkan, sebenarnya mudah dengan membuka impor beras sebanyak-banyaknya agar harga di pasaran turun. Namun, pemerintah tidak mengambil langkah tersebut dan memilih jalan lain untuk menyeimbangkan harga beras di petani dan masyarakat.

Guna menstabilkan harga beras, Jokowi sebelumnya meminta Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk menyerap gabah dari petani sebanyak mungkin. Bulog diminta untuk menjaga stok cadangan beras pemerintah sebanyak 2,4 juta ton. Hal tersebut diungkapkan Jokowi setelah meresmikan Sentra Penggilingan Padi di Sragen, Jawa Tengah pada Sabtu lalu (11/3/2023).

“Dua hari yang lalu di Kebumen, kemudian tadi pagi di Kabupaten Ngawi semua sudah mulai panen raya tahun ini. Oleh sebab itu, pada pagi hari ini saya minta kepada Bulog, Pak Dirut, agar sebanyak-banyaknya menyerap gabah yang ada di petani,” ujar Jokowi.

error: Content is protected !!