Jagawana Padjadjaran, Perangkat Lunak Buatan Mahasiswa untuk Pantau Aset Unpad

Jagawana Padjadjaran, Perangkat Lunak Buatan Mahasiswa untuk Pantau Aset Unpad

Jakarta:  Empat mahasiswa Program Studi Geofisika Fakultas MIPA Universitas Padjadjaran (Unpad) mengembangkan perangkat lunak (software) bernama “Jagawana Padjadjaran”.  Inovasi ini berbasis portal web yang berfokus pada bidang penginderaan jauh untuk memantau aset lahan di lingkungan Unpad. 
 
Pembuatan dan pengembangan Jagawana Padjadjaran dilakukan oleh empat mahasiswa Geofisika Unpad angkatan 2019.  Terdiri atas Tubagus Nur Rahmat Putra, Rania Alifa Desenaldo, Catherine Andrea Lowis, dan Ahmad Wadi Muntashir dengan dosen pembimbing Dr. Irwan Ary Dharmawan.
 
Dilansir dari laman Unpad, Jagawana Padjadjaran merupakan software untuk pendataan dan monitoring aset lahan Unpad berbasis penginderaan jauh. Perangkat lunak ini dikemas secara ramah pakai untuk memudahkan para penggunanya. 

Beberapa Fitur yang Dapat Digunakan:

  1. Perhitungan floor area ratio dan urban green space pada setiap kampus
  2. Fitur perhitungan luas area berdasarkan poligon yang dibuat oleh pengguna
  3. Analisis Vertical Displacement
  4. Pemetaan potensi lahan serta beberapa indeks parameter fisis di semua aset yang dimiliki oleh Unpad. 

Secara visualisasi, software ini menampilkan beragam jenis peta beserta legendanya, fitur split panel untuk membandingkan dua peta yang berbeda, grafik dan tabel informasi.  Lebih lanjut dijelaskan, perangkat lunak ini terintegrasi dengan aplikasi peta digital Google Maps untuk mengetahui lokasi kampus Unpad, Google Drive yang berisi peta-peta untuk kebutuhan pengolahan lanjutan, dan Sistem Informasi Akademik Terpadu (SIAT) Sarpras Unpad.





Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jagawana Padjadjaran dapat diakses dari berbagai perangkat secara bebas melalui website di laman .
 
Ketua Program Studi Geofisika yang sekaligus sebagai dosen pembimbing, Irwan Ary Dharmawan, menjelaskan, software ini berbasis penginderaan jauh yang merupakan metode paling murah untuk mendapatkan data di permukaan bumi menggunakan tangkapan dari citra satelit. 
 
“Platform yang digunakan untuk mengakses citra satelit salah satunya melalui Google Earth Engine yang membuat Jagawana Padjadjaran dapat menampilkan visualisasi citra satelit dengan resolusi tinggi. Perangkat lunak ini juga bekerja dalam sistem cloud computing dan memanfaatkan algoritma machine learning dalam melakukan visualisasi data,” papar Irwan.
 
Pada 8 September 2022 yang lalu, para mahasiswa tersebut berkesempatan memaparkan hasilnya di depan para pimpinan Unpad yang dihadiri Wakil Rektor bidang Sumberdaya dan Keuangan, Ida Nurlinda.  Di akhir pemaparan, Ida mengapresiasi hasil karya mahasiswa karena dirasakan software yang dikembangkan canggih dan bermanfaat untuk Unpad.
 
Sementara Edward menyampaikan, software tersebut melebihi ekspektasi yang diinginkan oleh DSPMA itu sendiri.  Lebih lanjut software ini sangat bermanfaat mengingat aset lahan Unpad yang begitu luas dan tersebar di lima kabupaten dan kota di Jawa Barat, sehingga pemantauan dapat dilakukan secara remote.
 
Begitu pula dengan fitur yang ditawarkan akan memudahkan staf DSPMA untuk memanfaatkan software tersebut.  Irwan menyampaikan, pembuatan perangkat lunak ini merupakan implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang ditawarkan oleh DSPMA kepada Prodi Geofisika.
 
Dalam praktiknya, kegiatan ini dikonversikan dalam sejumlah SKS sebagai bentuk rekognisi dari pekerjaan yang mahasiswa lakukan.  “Tak hanya itu, software ini juga telah memperoleh Surat Pencatatan Hak Cipta dari Direktur Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM RI untuk kategori jenis ciptaan program komputer ( terhitung sejak tanggal 31 Mei 2022,” pungkasnya. 

 

(CEU)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.