Kontribusi Besar Batu Bara terhadap Perekonomian

Kontribusi Besar Batu Bara terhadap Perekonomian
Jakarta: Harga batu bara terus melambung dan menciptakan rekor baru akibat berlarutnya krisis energi di Eropa sejak perang Rusia dan Ukraina dimulai pada Februari 2022.
 
Lonjakan harga mutiara hitam ini memberikan keuntungan bagi Indonesia sebagai salah satu produsen batu bara terbesar di dunia.
 
Harga batu bara pada awal pekan kedua September 2022 mencapai USD463 per ton. Lonjakan harga tersebut mencapai 160 persen dalam setahun terakhir.
 
Dirjen Minerba Kementerian ESDM Ridwan Jamaluddin mengatakan hingga akhir Agustus 2022, realisasi penerimaan negara dari batu bara mencapai Rp91,47 triliun, atau lebih dari dua kali lipat dari target tahun ini sebesar Rp42,36 triliun.
 
Ridwan optimistis kontribusi batu bara terhadap perekonomian nasional tahun ini akan mencapai 5 hingga 6 persen terhadap PDB dibandingkan 2021 sebesar 4 hingga 5 persen PDB.
 
“Karena kontribusi batu bara ini bagi perekonomian nasional cukup signifikan, kita berharap tidak serta merta menghentikan penggunaan batu bara, namun kita mendukung dana yang dihasilkan dari penggunaan batu bara digunakan untuk mendukung program energi yang lain. Misalnya, batu bara berkontribusi terhadap penggunaan panel surya atau beberapa perusahaan batu bara mendukung program kendaraan listrik,” kata Ridwan.
 

(Foto:Dok MDB Group)
 
Selain berkontribusi besar terhadap penerimaan negara, industri batu bara juga turut menopang perekonomian daerah dan menciptakan lapangan kerja. Misalnya yang dilakukan PT Media Djaya Bersama (MDB) Group melalui anak perusahaan PT Mifa Bersaudara, dan PT Bara Energi Lestari (BEL) di Aceh.
 
Perusahaan batu bara yang mengimplementasikan standar tambang batu bara berwawasan lingkungan ini juga menjadi referensi investor lain yang ingin masuk ke Aceh.
 
“Jelas, daerah akan mendapatkan manfaat dengan harga yang juga baik dengan produksi kita yang terus meningkat, maka pendapatan daerah dari PAD dan unsur pajak cukup besar. Hal ini akan mendukung pertumbuhan ekonomi di daerah, terutama di daerah penghasil batu bara yang dikelola oleh MDB Group, Mifa, dan BEL,” kata Dirut PT Media Djaya Bersama Group Irsan Sosiawan Gading.





Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kontribusi Besar Batu Bara terhadap Perekonomian
(Foto:Dok MDB Group)
 
Kehadiran perusahaan tambang ini di Aceh turut membuka lapangan kerja bagi masyarakat setempat.
 
“Kehadiran MDB Group, Mifa, dan BEL di Aceh, kita ingin terus berkontribusi pada pengembangan daerah khususnya, dan penyerapan tenaga kerja. Hampir 80 persen tenaga kerja merupakan putra putri Aceh,” ucap Komisaris PT Mifa Bersaudara Slamet Haryadi.
 
Direktur PT Media Djaya Bersama Hans Manoe menambahkan, “Kita tidak hanya mencari profit saja, tapi yang utama adalah bagaimana kita memuaskan masyarakat.”
 
Meski harga di pasar global menjulang  tinggi, perusahaan batu bara tetap mematuhi kewajiban memasok untuk kebutuhan dalam negeri (DMO) sebesar 25 persen dari rencana produksi dengan harga yang ditetapkan pemerintah sebesar USD70 per metrik ton. Tingkat kepatuhan perusahaan batu bara terhadap DMO mendekati 100 persen.
 

(ROS)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.