Listyo Sigit Disebut Mampu Menjaga Stabilitas di Polri

Listyo Sigit Disebut Mampu Menjaga Stabilitas di Polri

Jakarta: Kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (J) yang melibatkan mantan Kadiv Humas Propam Polri Irjen Ferdy Sambo tidak memengaruhi penilaian masyarakat terhadap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Tri Brata 1 itu disebut mampu menjaga stabilitas di internal Polri, serta memproses kasus Ferdy Sambo secara transparan dan terbuka.
 
Hal ini terpotret dari hasil survei Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) yang bekerja sama dengan Indonesian Publik Institute (IPI), dan Indonesian Club (IC). Survei ini melibatkan masyarakat kelas menengah intelektual, seperti para dosen/pakar, peneliti, anggota LSM/NGO, dan aktivis/seniman di 34 provinsi.
 
“Gejolak internal terkait kasus yang sedang ramai membawa beban berat bagi Polri dan Kapolri sendiri. Namun kelas menengah intelektual Indonesia dalam survei ini justru masih memberikan apresiasi yang positif karena Kapolri mampu menjaga stabilitas institusi meskipun tekanan datang dari mana-mana,” ujar peneliti LPI, Febri Wahyuni Sabran, Sabtu, 17 September 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Febri mengatakan Kapolri masuk dalam 10 pimpinan lembaga dan menteri yang paling berpengaruh terhadap jalannya roda pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Bahkan, Kapolri berada di urutan ketiga dengan skor 2,38 dari skala 0 sampai 4. 
 
Febri memaparkan Kapolri kuat pada aspek pengaruh terhadap perbaikan internal. “Responden menyoroti pengaruh kepemimpinan Listyo Sigit dalam mengusung sekaligus mengimplementasikan visi Presisi atau Prediktif, Responsibility, dan Transparansi Berkeadilan yang direalisasikan secara konkret,” papar Febri.
 
Dalam aspek internal, kata Febri, responden mengapresiasi kebijakan Kapolri yang secara tegas akan memecat anggotanya yang melakukan pelanggaran.
 
Sementara itu, pendiri LPI, Boni Hargens, mengaku tidak heran dengan hasil survei tersebut. “Hasil survei yang menempatkan Kapolri sebagai salah satu tokoh terbaik, yang paling berpengaruh dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo di tahun 2022 ini menunjukkan bahwa Polri masih dicintai rakyat,” kata Boni.
 
Boni tak menampik ada penumpang gelap yang berusaha menyudutkan Polri dan Kapolri dengan memanfaatkan kasus-kasus yang belakangan muncul di ruang publik. Namun, kata dia, hal itu tidak mengurangi apresiasi terhadap kerja keras dan kepemimpinan Kapolri. 
 
“Saya sendiri yakin betul, Polri akan bangkit dengan cepat selama rakyat masih mencintai Polri. Untuk itu, waspadai tiap gerakan penumpang gelap yang anti Polri supaya ke depan Polri makin kuat,” ujar dia.
 

 
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Well-Being Institute, Jadi Suryadi, memberikan catatan kritis untuk pemerintah. Menurut dia, hasil survei ini perlu dijadikan bahan pertimbangan untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah ke depan. 
 
“Perlu ada dialog yang rutin antara masyarakat dan negara melalui kajian ilmiah seperti ini. Sasarannya tentu positif untuk mendekatkan masyarakat dengan negara dan sebaliknya. Polri misalnya, benar-benar sedang dalam tekanan, tetapi masyarakat terdidik justru mengapresiasi kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit sebagai terekam dalam hasil riset ini,” ungkap Jadi.
 
Dia juga menyinggung Panglima TNI Andhika Perkasa yang masuk daftar tokoh terbaik atau yang paling berpengaruh dalam pemerintahan saat ini. Menurut dia, temuan ini menunjukkan TNI memang masih dicintai rakyat dan kinerja Panglima patut diacungi jempol. 
 
“Narasi macam ini positif untuk menguatkan negara di tengah beragam ancaman baik yang datang dari dalam maupun dari luar negeri. Kita butuh dukungan masyarakat untuk menjaga negara kuat dan maju” ujar dia. 
 
Berikut 10 kepala lembaga dan menteri sebagai tokoh yang paling berpengaruh terhadap roda pemerintahan Jokowi-Ma’ruf:
 
1. Kepala BIN Jenderal (Purn) Budi Gunawan dengan skor 2,39 
2. Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dengan skor 2,38 
3. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dengan skor 2,38
4. Menko Polhukam Mahfud MD dengan skor 2,38
5. Menteri Badan BUMN Erick Thohir dengan skor 2,38
6.Menparekraf Sandiaga Uno dengan skor 2,35
7.Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dengan skor 2,35
8. Menteri Keuangan Sri Mulyani dengan skor 2,34
9. Mendagri Tito Karnavian dengan skor 2,33
10. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dengan skor 2,32.
 
Survei ini dilakukan sejak 30 Agustus sampai 12 September 2022. Total ada 800 responden yang memiliki kriteria khusus, seperti profesi dan bidang keilmuan. Jajak pendapat dilakukan dengan metode purpose sampling. Margin of error survei ini sebesar 3,5 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.
 

(END)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.