Menkeu AS Dukung Transisi Energi RI Lewat Pendanaan

Menkeu AS Dukung Transisi Energi RI Lewat Pendanaan

Jakarta: Menteri Keuangan Amerika Serikat Janet L Yellen mengungkapkan pihaknya dan beberapa negara lain siap menjadi partner untuk mendukung program transisi energi yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia.
 
Salah satu dukungan yang akan diberikan adalah terkait pendanaan untuk beberapa tahun mendatang.
 
“Amerika Serikat dan mitra negara donor kami siap untuk mendukung strategi semacam itu dengan sejumlah besar dukungan keuangan selama beberapa tahun,” katanya dalam pertemuan bilateran dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan yang dilansir dalam keterangan pers, Sabtu, 17 September 2022.
 

Ia mengatakan timnya telah bertemu dengan tim Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi serta negara mitra yaitu Jepang yang membahas mengenai keberlanjutan Indonesia untuk mengembangkan dan menerapkan strategi dalam transisi sektor ketenagalistrikan.





Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Tim saya juga menekankan ada sejumlah besar modal swasta yang siap untuk berinvestasi dalam transisi energi Indonesia, dan khususnya di sektor energi terbarukan, jika mereka terus menerima sinyal kebijakan yang jelas dan kuat,” jelasnya.
 
Di sisi lain, ia juga mengapresiasi pemerintah khususnya Presiden Joko Widodo yang akhirnya menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 112 tahun 2022 tentang Percepatan Pengembangan Energi Terbarukan Untuk Penyediaan Tenaga Listrik.
 
Pihaknya tengah mempelajari detail beleid tersebut. Menurutnya beleid itu mewakili beberapa langkah penting di sektor energi baru terbarukan di masa depan.
 
Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa dirinya juga akan memastikan transisi energi yang akan dilakukan harus memilki azaz keadilan, khususnya bagi pekerja dan masyarakat yang rentan.
 
“Saya juga didorong oleh komitmen Menteri Luhut untuk memastikan transisi mendorong pekerjaan dan inovasi, sekaligus adil dan merata bagi pekerja yang terkena dampak transisi energi dan masyarakat yang rentan,” ungkapnya.
 
Ketika Indonesia menunjukkan komitmennya untuk melakukan transisi energi yang berkelanjutan, ia menambahkan, Amerika Serikat juga melakukan hal yang sama.
 
Melalui Undang-Undang Pengurangan Inflasi yang baru-baru ini diterbitkan, hal itu merupakan investasi terbesar AS dalam memerangi perubahan iklim.
 
“Amerika Serikat sekarang berada di jalur yang kuat untuk memenuhi target pengurangan emisi kita sambil mengkatalisasi pekerjaan di industri yang tumbuh cepat,” imbuhnya.
 
“Dan secara kritis, undang-undang tersebut berisi ketentuan-ketentuan khusus yang bertujuan untuk mendorong investasi di masyarakat berpenghasilan rendah dan kurang beruntung yang paling rentan terhadap transisi,” jelasnya.
 

(ANN)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.