Rektor Unnes Sebut Bung Karno Sebagai Laboratorium Linguistik dan Teladan Berbahas

Rektor Unnes Sebut Bung Karno Sebagai Laboratorium Linguistik dan Teladan Berbahas

Jakarta:  Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes), Fathur Rokhman memaparkan Bahasa kepemimpinan Bung Karno bersama dengan Komisi X DPR RI. Fathur menyebut Presiden Pertama RI, Soekarno merupakan teladan dalam berbahasa Indonesia.
 
“Bahasa kepemimpinan Bung Karno itu sebagai bahasa yang digunakan sebagai alat perjuangan dalam meraih Kemerdekaan Republik Indonesia,” kata Fathur, Sabtu, 17 September 2022.
 
Hal tersebut disampikan Fathur dalam acara kunjungan kerja Komisi X DPR RI yang dikemas Focus Group Discussion Menuju Kongres Sejarah Bung Karno Penajaman Linimas II Pergerakan Bung Karno menuju Kemerdekaan Indonesia.  Menurut Fathur, Bung Karno adalah pengguna bahasa yang memiliki talenta khusus.





Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Soekarno menggunakan bahasa sebagai alat perjuangan Kemerdekaan Indonesia.  “Melalui bahasa, Bung Karno mampu mendemistifikasi penjajahan, menggerakkan orang lain, dan mendefinisikan ulang cita-cita kemerdekaan. Dengan bahasa, Bung Karno mengobarkan semangat perlawanan rakyat: menggunakan drama, orasi, dan tulisan sehingga membangun kepercayaan diri bangsa Indonesia,” tutur Guru Besar Sosiolinguistik itu.
 
Fathur menjelaskan, sebagai tokoh perjuangan, Bung Karno merupakan laboratorium linguistik dan teladan berbahasa.  “Bung Karno adalah teladan yang nyaris sempurna yang menunjukkan bahwa bahasa bisa menjadi alat perjuangan. Sebagai tokoh perjuangan, Bung Karno adalah teladan berbahasa,” jelas Fathur dilansir dari laman Unnes, Sabtu, 17 September 2022.
 
Fathur berharap akan lahir-lahir Bung Karno baru yang memiliki visi kebangsaan luhur dan kompetensi bahasa yang unggul.  Hadir dalam acara, Wakil Ketua Komisi X DPR, Agustina Wilujeng Pramestuti dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah Uswatun Hasanah.
 
Dalam sambutannya Agustina Wilujeng menyampaikan peran sejarah Bung Karno menjadi penting bagi bangsa Indonesia. “Nantinya diharapkan kegiatan ini dapat mengusulkan mengusulkan Sukarnopedia sebagai hasil kongres perlu yang menjadi program Negara. Selain itu, mendorong kesepahaman tentang sejarah keberagaman dan nilai-nilai kebangsaan oleh Bung Karno,” jelasnya.

 

(CEU)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.