Sambil Bawa Pistol, Pria Lebanon Tarik Uang dari Rekeningnya yang Dibekukan

Sambil Bawa Pistol, Pria Lebanon Tarik Uang dari Rekeningnya yang Dibekukan

Ghaziyeh: Seorang pria bersenjata ‘menarik uang’ dari tabungannya yang berada di bank Lebanon. Ia membawa pistol dan jerigen berisi bahan bakar sambil menarik tabungannya yang dibekukan di bawah todongan senjata.
 
Hal itu merupakan insiden ketiga ‘penarikan uang paksa’ yang terjadi pekan ini di negara yang dilanda krisis tersebut.
 
Ketika cabang bank Byblos dibuka di kota selatan Ghaziyeh, seorang deposan, yang dilaporkan berusia 50-an, menyerbu tempat itu bersama putranya yang sudah dewasa. Dia mengancam karyawan bank dengan pistol, yang menurut saluran TV Lebanon mungkin mainan, dan menuntut tabungannya.





Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Dia mengosongkan satu jerigen bahan bakar di lantai,” kata seorang penjaga keamanan bank kepada AFP, Jumat, 16 September 2022.
 
Pria itu berjalan pergi dengan sekitar USD19.000 dan menyerahkan diri ke polisi beberapa saat kemudian, ketika kerumunan terbentuk di depan bank untuk mendukungnya. Itu adalah yang terbaru dari serangkaian perampokan di Lebanon, di mana tabungan para deposan telah didevaluasi dan terjebak di bank selama hampir tiga tahun di tengah krisis ekonomi yang melumpuhkan.
 
Pelaku biasanya adalah deposan tanpa catatan kriminal, yang mencoba untuk menyelesaikan tagihan. Para pelaku telah menarik simpati luas di kalangan masyarakat umum.
 
Pada Rabu kemarin, seorang perempuan muda menggunakan modus operandi yang sama. Ia berupaya untuk mengambil tabungan saudara perempuannya, seorang pasien kanker.
 
Sali Hafiz menjadi pahlawan instan di media sosial, dan gambar telepon berdiri di atas meja di dalam bank selama pencurian menjadi viral. Di hari yang sama, seorang pria juga melakukan hal tersebut di sebuah bank di kota Aley timur laut Beirut.
 
Bulan lalu, seorang pria menerima simpati luas setelah dia menyerbu bank Beirut dengan senapan dan menyandera karyawan dan pelanggan selama berjam-jam, untuk menuntut sebagian dari USD200 ribu dalam tabungan bekunya. Aksi ini dilakukan agar dia dapat membayar tagihan rumah sakit untuk ayahnya.
 
Dia ditahan tetapi segera dibebaskan.
 
Lebanon telah dihantam oleh salah satu krisis ekonomi terburuknya. Mata uangnya telah kehilangan lebih dari 90 persen nilainya di pasar gelap, sementara kemiskinan dan pengangguran melonjak.
 

(FJR)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.