Sampah Berserakan di Pesawat, Salah Siapa?

Sampah Berserakan di Pesawat, Salah Siapa?

London: Beredar video viral liputan kamera yang menyorot lantai di bawah dua barisan tempat duduk penumpang di sebuah pesawat. Karpet lantai tersebut tampak kotor dengan banyaknya tumpahan keripik kentang yang tersebar.
 
“Kru kabin memberitahu kami bahwa mereka tidak melakukan pembersihan di antara penerbangan,” ujar keterangan dalam video di media sosial TikTok yang direkam pada salah satu penerbangan Ryanair dari Kepulauan Canary menuju London, seperti yang dikutip pada laman Yahoo News, pada Kamis, 15 September 2022.
 
Dalam video terbaru lainnya, juga tampak salah satu  tangan dari penumpang tengah memukul kursi penumpang pesawat lainnya dan menyebabkan keluarnya asap tipis debu yang menyerupai salju dalam sebuah penerbangan Qantas di Australia.





Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Ya ampun itu parah sekali,” sebut salah seorang dalam komentar di media sosial Facebook.
 
Penerbangan pada masa pandemi memang seringkali menimbulkan kekacauan dan penuh dengan rasa frustasi. 
 
Seringkali penerbangan-penerbangan tersebut bersifat relatif bersih dengan banyaknya maskapai penerbangan yang ketat dengan sanitasi bersih pada awal masa pandemi serta masih banyaknya penumpang yang menjaga kebersihan untuk menghindari virus korona.
 
Namun, belum lama ini, terdapat dua rekaman video berisi buruknya kondisi kebersihan bagian dalam pesawat yang tersebar luas dan menimbulkan kekhawatiran bahwa masa-masa di mana terjaganya kebersihan dalam pesawat telah berlalu. Kedua video tersebut ini menimbulkan perdebatan mengenai pihak manakah yang bertanggung jawab atas buruknya kondisi tersebut.
 
“Para pramugari bukanlah petugas kebersihan,” ujar Nicole D. Lawson, seorang pramugari dari New Jersey yang meskipun tidak bekerja untuk salah satu maskapai penerbangan terkait, menyampaikan frustasinya mengenai banyaknya penumpang yang mengabaikan tanggung jawab mereka dalam menjaga kebersihan.
 
Lain halnya dengan Scott, content creator berumur 23 tahun dari Essex, England, yang menyebarkan video Ryanair tersebut, yang merasa kesal dengan sikap dari kru penerbangan. Scott sendiri menolak untuk menyebarkan nama panjangnya sebab ia memiliki pekerjaan sebagai seorang polisi.
 
“Terdapat sampah yang berserakan dimana-mana,” ujar Scott dalam sebuah wawancara melalui sambungan telepon. 
 
Selain limpahan sisa keripik yang tampak, Scott mengaku melihat tumpahan minuman dan muntahan seseorang. Menurut Scott, para kru tidak hanya berbicara dengan kasar padanya bahwa hal tersebut bukan merupakan tanggung jawab dan tugas mereka, namun mereka juga menolak permintaannya untuk diambilkan tisu.
 
Namun hal yang lebih mengejutkan bagi dirinya adalah respon yang dia dan pasangannya dapatkan pada akun media sosial TikTok dan Instagram dengan jumlah komen yang membela kru penerbangan hingga melebihi 2 ribu komentar.
 
“Mereka punya waktu 25 menit di daratan dan hampir tidak bisa menyelesaikan pemeriksaan keamanan. Jangan menyalahkan mereka, salahkan orang-orang yang meninggalkan sampah tersebut,” ujar salah satu orang dalam komentar yang disukai banyak orang.
 
“Jika penerbangan saya bernilai 20 poundsterling atau sekitar Rp342 ribu, maka saya dapat mentolerir beberapa remah makanan,” ucap warga lainnya.
 
Maskapai penerbangan Irlandia memang menawarkan harga penerbangan yang tidak masuk akal, bahkan saat ini situs mereka mengiklankan penerbangan internasional dengan harga hanya delapan USD8 atau sekitar Rp200 ribu. Namun, Scott dan pasangannya berkata bahwa mereka membayar sebesar 200 poundsterling atau sekitar Rp3,4 juta itu sebabnya ia mengharapkan lebih banyak.
 
Memang, mengenai kebijakan resmi tentang kebersihan, masih sangat tidak jelas. Pada Mei 2020, Michael O’Leary, CEO dari Ryanair memberitahukan The Times, salah satu koran harian Inggris bahwa maskapai tidak mempunyai waktu untuk membersihkan di antara penerbangan dan hanya akan melakukan pembersihan menyeluruh sekali sehari.
 
“Pesawat kami dibersihkan tiap perjalanan pulang pergi,” ujar juru bicara Ryanair yang malah mengatakan hal yang berbeda dengan CEO mereka (Ia pun tidak langsung menanggapi pertanyaan tambahan).
 
Bagaimana pun juga, misteri dari dari partikel awan di penerbangan Qantas agak lebih mengejutkan. Mengingat mereka adalah maskapai terbesar di Australia dan bukanlah sekadar memberikan penerbangan dengan harga murah. 
 
Penerbangan lima jam dari Sydney menuju Perth milik Qantas sendiri adalah penerbangan termahal yang Ross Matthews pernah ambil. Hal ini ditulisnya saat memposting video tersebut di media sosial Facebook miliknya.
 
Video milik Ross adalah video yang diposting ulang oleh Daily Mail, salah satu surat kabar kecil di Inggris, yang membuat semua orang bertanya-tanya apakah maskapai terbesar sampai meninggalkan standar pembersihan pesawat pada saat pandemi berlangsung. Namun memang, banyak yang meninggalkannya.
 
Pada masa awal pandemi, banyak dari maskapai berkomitmen dalam melakukan tindakan sanitasi yang menyeluruh. Namun, janji ini kemudian berangsur-angsur menghilang dikarenakan bengkaknya biaya, kesulitan serta ilmu pengetahuan yang membuat orang mulai mengetahui penyebab virus tersebut.
 
Sementara maskapai Delta yang memberi pernyataan bahwa tim pembersih mereka melakukan sering melakukan pembersihan menyeluruh terhadap bagian dalam pesawat milik mereka.
 
Namun pada umumnya, pramugari dan pramugara bertanggung jawab untuk memberikan kesempatan bagi para penumpang untuk membuang sampah mereka. Namun tidak untuk menyedot debu atau menghapus noda apapun.
 
Tugas semacam itu seharusnya diberikan kepada kru pembersih sendiri, yang mungkin tidak akan naik pesawat sebelum penerbangan selanjutnya. Namun tetap saja, menurut pramugari dan pramugara, beberapa penumpang memperlakukan pesawat seperti stadion olahraga dengan membuang sisa-sisa makanan ke lantai.
 
“Mereka memperlakukan hak penumpang dengan semena-mena. Apa sulitnya membuang sama kalian sendiri?,” ujar Nastassja Lewis, seorang pramugari dan pendiri th|AIR|apy, sebuah perusahaan nirlaba yang berfokus pada kesehatan mental dari para kru penerbangan.
 
Sementara itu, mengenai seberapa terkejutnya para penumpang Qantas Cloud, hal tersebut sulit ditentukan.
 
“Berdasarkan video tersebut, masih belum jelas apa yang ada di kursi penumpang dan kapan hal itu terjadi,” ujar salah satu representatif dari maskapai dalam pernyataannya, menambahkan bahwa sejak saat itu kursi tersebut sudah dibersihkan.
 
Tidak hanya itu, maskapai Australia juga berkata bahwa hal itu membuat mereka melakukan pembersihan menyeluruh secara teratur. Hal ini termasuk sarung kursi dan bantalan. (Gabriella Carissa Maharani Prahyta)
 

(FJR)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.