Surplus Neraca Perdagangan Bukti Pemulihan Ekonomi RI Semakin Baik

Surplus Neraca Perdagangan Bukti Pemulihan Ekonomi RI Semakin Baik

Jakarta: Neraca perdagangan Indonesia kembali mencetak surplus pada Agustus 2022. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan barang mencapai USD5,76 miliar. Surplus melebihi ekspektasi di USD4 miliar dan pencapaian Juli 2022 yang sebesar USD4,22 miliar.
 
Dengan surplus neraca perdagangan pada Agustus 2022 ini, mengantarkan Indonesia untuk mencetak surplus selama 28 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.
 
Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman menilai bahwa surplus ini menunjukkan pemulihan ekonomi Indonesia berjalan dengan baik, bahkan masih dalam zona akselerasi.





Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Ini menunjukkan pemulihan Indonesia sudah on the right track dan masih dalam zona akselerasi,” ungkapnya kepada Media Indonesia, Minggu, 18 September 2022.
 
Lebih lanjut, Faisal menjelaskan surplus neraca perdagangan yang tinggi ini terutama didorong oleh kinerja ekspor, sejalan dengan kuatnya permintaan global terutama dari negara maju, dan harga komoditas yang naik.
 
Menurutnya, pemulihan ekonomi pada negara maju telah terjadi lebih dahulu daripada pemulihan ekonomi negara berkembang. Hal ini pun menimbulkan global recovery imbalance yang menyebabkan adanya global supply chain disruptions.
 
“Ditambah dengan adanya konflik Rusia-Ukraina, harga komoditas semakin naik. Jadi kombinasi ini yang menyebabkan kinerja ekspor kita terus baik,” kata Faisal.
 

 
Dia menegaskan, saat ini kondisi ekspor Indonesia pulih terlebih dahulu dibandingkan impor. Namun, terlihat juga pola impor mulai terakselerasi sejalan dengan pemulihan ekonomi domestik yang semakin cepat dan baik.
 
“Kalau dilihat secara tahunan, sebenarnya impor sudah mulai tumbuh lebih cepat daripada ekspor,” tuturnya.
 
Namun, meskipun neraca perdagangan saat ini mengalami surplus, Faisal meyakini bahwa neraca perdagangan akan menyusut ke depannya.
 
“Kami melihat kondisi global yang dihantui resesi kami melihat ke depan ada risiko surplus akan terus menyusut. Mungkin sampai akhir tahun, surplus akan berlanjut tapi kemungkinan akan menyusut,” pungkas Faisal.
 

(HUS)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.