Cara Mengatasi Sperma Warna Kuning dan Kapan Harus ke Dokter

Cara Mengatasi Sperma Warna Kuning dan Kapan Harus ke Dokter

harianfakta.com – Sperma yang dikatakan sehat biasanya memiliki warna putih atau putih pucat.

Namun, ada beberapa faktor yang akan membuat sperma berubah warna, termasuk menjadi kuning.


Medical News Today menyebutkan beberapa penyebab sperma berwarna kuning , seperti:

  • Bercampurnya urine dengan sperma
  • Penyakit kuning
  • Sel darah putih yang terlalu banyak
  • Penyakit menular seksual, seperti klamidia, herpes, atau gonore
  • Konsumsi makanan tertentu
  • Jarang ejakulasi

Beberapa kondisi tidak perlu dikhawatirkan, namun beberapa yang lainnya perlu diwaspadai karena bisa menjadi tanda dari penyakit yang lebih serius.

Berikut ini adalah cara mengatasi sperma warna kuning dan kapan harus ke dokter.

Cara mengatasi sperma warna kuning

Sperma yang berubah warna menjadi kuning biasanya bukan kondisi yang permanen dan akan hilang dengan sendirinya.

WebMD menyebutkan bahwa cara mengatasi sperma warna kuning akan tergantung pada penyebabnya.

Namun jika penyebabnya adalah bertambahnya usia, dan konsumsi makanan, obat, atau suplemen, biasanya tidak memerlukan penanganan khusus.

Melansir Cleveland Clinic, sperma yang berubah menjadi kuning dan disebabkan oleh kondisi medis tertentu perlu pengobatan khusus.

Dokter biasanya akan memberikan salah satu dari dua jenis obat, seperti:

  • Antibiotik untuk infeksi atau penyakit menular seksual tertentu.
  • Obat antivirus jika penyebabnya adalah infeksi virus.

Kapan harus ke dokter

WebMD menyarankan untuk mencari tahu penyebab perubahan warna sperma menjadi kuning karena biasanya bisa diidentifikasi sendiri.

Berkonsultasi dengan dokter bisa menjadi solusi terbaik ketika tidak diketahui apa penyebab perubahan warna sperma menjadi kuning.

Cleveland Clinic juga menyarankan untuk segera ke dokter ketika muncul beberapa gejala bersamaan dengan warna sperma kekuningan , seperti:

  • Sakit perut.
  • Kelelahan ekstrem.
  • Urine atau sperma yang berbau tajam.
  • Terus-menerus buang air kecil atau merasa sakit ketika buang air kecil.
  • Sakit punggung bagian bawah.
  • Rasa nyeri ketika ejakulasi.
  • Memiliki tanda infeksi, seperti demam dan kedinginan.
  • Perubahan warna kulit atau mata menjadi kekuningan.

error: Content is protected !!