News  

Dobel Untung, Toraja Kembangkan Sistem Budidaya Mina Padi

Dobel Untung, Toraja Kembangkan Sistem Budidaya Mina Padi

JawaPos.com – Jika mendengar kata Toraja tentu yang terlintas adalah ritual pemakaman, rumah adat tongkonan, dan ukiran kayunya yang terkenal. Namun siapa sangka, Toraja juga menyimpan potensi perikanan yang menjanjikan berupa komoditas ikan mas yang dikembangkan melalui sistem mina padi.

Sistem budidaya mina padi merupakan usaha budidaya ikan di sawah yang dilakukan secara bersamaan dengan tanaman padi dalam suatu areal yang sama. Sistem ini cocok diterapkan di daerah ini mengingat kondisi gerografis wilayahnya yang mayoritas merupakan lahan pertanian yang kaya akan air.

Melalui budidaya ikan di persawahan, pembudidaya mendapatkan keragaman hasil dan pendapatan. Selain itu, mina padi juga dipandang sebagai metode budidaya yang ramah lingkungan dan turut meningkatkan kesuburan tanah.

“Dengan menerapkan mina padi pembudidaya bisa memproduksi dua jenis, yaitu ikan dan padi. Tentunya keuntungannya jadi dobel. Selain itu sistem ini juga ramah lingkungan karena padi yang ditanam tidak menggunakan pestisida,” jelas Irvan Parewang Penyuluh Perikanan Kabupaten Toraja Utara.

Pembudidaya ikan di persawahan di Kabupaten Toraja Utara. Ikan mas dibudidayakan dengan memanfaatkan lahan sawah seluas 160 hektare. Hasilnya, sebanyak Rp 130-140 juta total nilai produksi per bulan diperoleh oleh pembudidaya. (LPMUKP untuk JawaPos.com)

Adapun jenis ikan yang dibesarkan adalah ikan mas. Ikan yang merupakan hidangan favorit masyarakat Toraja ini hampir tidak pernah absen di berbagai acara penting masyarakat. Ikan mas dibudidayakan dengan memanfaatkan lahan sawah seluas 160 hektare. Hasilnya, sebanyak 130-140 juta total nilai produksi per bulan diperoleh oleh pembudidaya.

“Ikan mas sudah menjadi makanan khas turun temurun sehingga ikan mas wajib untuk dihidangan saat upacara adat kematian, syukuran pernikahan, rumah baru, panen padi, dan acara penting lainnya,” tambah Irvan.

Minat konsumsi masyarakat terhadap ikan mas yang tinggi turut menggerek harga komoditas ini juga turut naik. Bahkan saat ramai acara adat digelar, harga ikan mas bisa menembus Rp100.000 per kilogram. Hal tersebut tentunya menjadi peluang besar yang bisa manfaatkan oleh para pembudidaya.

Untuk mendorong jumlah produksi budidaya ikan mas sebagai komoditas lokal dari Toraja, Kementerian Kelautan dan Perikanan turut menetapkan Desa Nanggala Toraja Utara sebagai kampung perikanan budidaya ikan mas. Berbagai bentuk dukungan kepada para pembudidaya pun turut diberikan, termasuk kesempatan untuk mengakses modal usaha melalui Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP) untuk pengembangkan usaha.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : ARM


Artikel ini bersumber dari www.jawapos.com.