Travel  

10 Makanan Khas Bhutan yang Menantang Para Pencinta Pedas

10 Makanan Khas Bhutan yang Menantang Para Pencinta Pedas

harianfakta.com – Salah satu negara paling bahagia di dunia, Bhutan, merupakan negara Buddha kecil yang berada di wilayah Himalaya. Negara ini diapit oleh Cina di utara dan India di bagian selatan. Hal terpenting untuk dipahami tentang orang Bhutan adalah mereka merupakan penyuka keju, cabai serta segala sesuatu yang pedas. Hmm…mirip seperti sebagian penduduk Indonesia, ya.

Makanan khas Bhutan merupakan campuran dari banyak hal. Mayoritas orang Bhutan adalah pengikut aliran Buddha Drukpa Kagyu di Tibet, jadi kamu akan mencicipi masakan Tibet di beberapa bagian negara ini. Sedangkan komunitas Lhotshampa di bagian lain Bhutan punya selera mereka sendiri. Nah, sekarang kita akan bahas makanan dari negara yang disebut juga dengan nama Druk Yul.

1. Ema Datshi

Dalam bahasa Bhutan yang disebut Dzongkha, ‘datshi’ artinya ‘keju’. Bahan ini banyak mereka gunakan di beragam hidangan dan yang terpopular adalah ema datshi. Makanan khas Bhutan ini seperti stew yang terdiri dari cabai (atau ema dalam bahasa Bhutan) dan keju. Mungkin makanan ini terlalu pedas untuk sebagian orang.

Ema datshi merupakan hidangan nasional Bhutan karenanya makanan ini paling popular di Bhutan dan tiap diskusi mengenai makanan Bhutan pasti akan selalu terkait dengan ema datshi. Cabai dibelah memanjang dengan biji dan tulang rusuknya dibuang, kemudian dicampur dengan keju, bawang putih, air juga sedikit minyak.

Ini adalah jenis farmer cheese khusus yang tidak larut dalam air dan hampir tidak dijumpai di luar negeri ini. Kadang-kadang ditambahkan juga bawang dan tomat. Bisa juga menggunakan keju yak. Mungkin terdapat sedikit variasi dalam hal persiapan ema datshi di seluruh Bhutan, misalnya dalam hal konsistensi cairan, tapi esensi utamanya tetap sama.

2. Ezay

Ezay hampir bisa disajikan setiap saat dan dengan apa saja. Makanan ini bisa dimakan dengan momo, mie, nasi, dan lain-lain. Ezay merupakan saus cabai khas Bhutan dan menjadi bagian pokok untuk setiap makanan. Karenanya makanan ini mempunyai tempat tersendiri.

Tidak pernah ada ezay yang memiliki rasa yang sama. Namun tiap ezay akan membuat para penggemar makanan pedas jadi ketagihan. Di Bhutan tiap orang membuat variasi ezay mereka sendiri. Cabai merah kering dihaluskan kemudian dicampur dengan bawang putih atau bawang bombay, lada Sichuan serta taburan keju (opsional).

Kadang-kadang sebelum dihaluskan cabai digoreng atau disangrai lalu dicampur dengan bermacam bahan lain yang diinginkan. Cabai panggang maupun goreng akan memberikan rasa ekstra.

3. Kewa Datsi

Kewa datsi merupakan hidangan tradisional Bhutan yang mudah disiapkan, tapi sangat bergizi. Makanan ini terdiri dari kentang yang direbus dicampur dengan keju, bawang, dan cabai. Umumnya makanan ini dihidangkan dengan nasi atau roti pipih seperti puri.

Makanan ini bisa agak pedas atau pedas, bergantung pada jumlah cabai yang dimasukkan, tapi umumnya dibandingkan ema datsi, kewa datsi kurang pedas. Itulah mengapa kewa datsi digemari oleh kebanyakan anak-anak dan orang asing.

Pada tahun 1970-an konsumsi kentang di Bhutan cukup rendah saat petani mulai menanam kentang untuk ekspor. Maka bisa dikatakan kalau kewa datsi merupakan hidangan Bhutan yang relatif baru yang jadi popular selama beberapa dekade terakhir.

4. Puta

Di wilayah Bumthang, Bhutan, mie soba yang lezat ini umum sekali. Mie direbus kemudian ditiriskan dan selanjutnya ditumis dengan bawang merah, bawang putih, cabai serta bumbu lainnya. Saus cabai yang digunakan dibuat dari cabai merah kering serta daun bawang, kemudian digoreng dengan minyak. Umumnya, makanan khas Bhutan ini hanya dibuat untuk acara-acara khusus.

Sering disamakan dengan cacing, mienya terlihat berwarna kehitaman. Makanan ini punya makna budaya yang sangat tinggi, khususnya di Bhutan tengah. Di sana orang menyiapkan mie ini dan disantap pada ‘hari sembilan kejahatan’ dengan kepercayaan bahwa roh jahat tak akan mengganggu orang yang menyantap ‘cacing’. Puta adalah kelezatan yang harus dicoba ketika berkunjung ke Bhutan.

5. Thukpa

Thukpa merupakan masakan yang beraroma dan comforting. Makanan khas Bhutan ini jika di makan di tempat yang tepat dan waktu yang tepat akan bisa menenangkan jiwa. Asal makanan ini dari Tibet. Thukpa ini menghadirkan cita rasa lokal yang sehat dari street food Bhutan.

Penambahan cabai hijau akan memberikan bumbu dan meningkatkan rasa yang kuat yang telah ada karena penggunaan bawang putih, bawang merah cincang, mie dan sup. Tersedia thukpa vegetarian dan non-vegetarian.

Perbedaan satu-satunya dari kedua versi ini yaitu dalam varian non-vegetarian sayuran cincang diganti dengan daging merah maupun telur rebus. Selain itu thukpa vegetarian tidak mengandung produk susu yang membuatnya hidangan vegan yang enak juga.

6. Sikam Paa

Untuk penyuka bacon, makanan khas Bhutan ini cocok sekali. Sikam paa adalah next level-nya masakan berbahan bacon. Hidangan tradisional ini disukai oleh banyak orang Bhutan. Di negeri ini wisatawan bisa melihat untaian perut babi setengah transparan yang dijemur sampai kering. Nah itulah yang dinamakan dengan sikam.

Daging babi dengan rasio lemak yang cukup mengesankan tersebut dikeringkan di bawah sinar matahari. Untuk membuat sikam paa, bahannya berupa daging perut babi kering yang digoreng dengan cabai kering.

error: Content is protected !!